Soal gentle birth dan melahirkan di rumah

Hari ini tepat tiga bulan yang lalu, pada 12 Maret 2017, Maika memilih sebagai hari kelahirannya di usia kandungan 38 minggu 4 hari. Lebih cepat 10 hari dari perkiraan dokter memang, tapi persis seperti yang saya harapkan. Hari yang kami pilih dan sepakati melalui afirmasi yang selalu saya bisikkan selama kehamilan. Masih terekam dengan jelas di ingatan saya bagaimana proses persalinan Maika sesuai dengan harapan saya dan suami.

Sebuah proses persalinan alami yang ramah jiwa, lembut, lancar, penuh keintiman, minim intervensi medis, dan yang terpenting dilakukan di rumah sendiri.

Soal istilah gentle birth

Pertama kali saya mengenal istilah gentle birth dari sahabat saya yang baru saja melahirkan. Sewaktu dia tahu mengenai kabar kehamilan saya, dia bercerita tentang bagaimana pengalaman proses persalinannya yang nyaman, lancar, dan lembut meskipun dilakukan di rumah sakit di kota Balikpapan. Didorong oleh rasa penasaran yang didominasi oleh rasa takut saat melahirkan nanti, akhirnya saya pun mencari tahu tentang gentle birth. Beruntung, pada usia kehamilan 20 minggu saya bisa mengikuti kelas privat yang diadakan oleh Bidan Yessi Aprilia, praktisi gentle birth dari bidankita.com.

Sama seperti kebanyakan orang yang salah kaprah mengartikan gentle birth, awalnya saya mengira gentle birth adalah metode lahiran di air.  Saya sendiri pernah melihat secara langsung proses melahirkan dengan metode water birth yang tenang dan tanpa intervensi medis, jauh sebelum menikah -yang kini baru saya sadari bahwa yang saya saksikan itu adalah sebuah proses gentle birth-. Waktu itu saya sedang melakukan syuting film dokumentasi tentang Ibu Robin Liem – pemenang CNN Heroes 2011- di klinik Bumi Sehat beliau yang berlokasi di Nyuh Kuning, Ubud Bali.

Setelah mengikuti sesi kelas dengan Bidan Yessie, saya semakin paham bahwa ternyata gentle birth lebih dari sekedar metode, melainkan sebuah cara pandang yang kita yakini. Gentle birth adalah tentang perasaaan menerima, mensyukuri, dan menikmati setiap prosesnya. Gentle birth berarti memahami dan sadar apa yang terbaik buat kita dalam menjalankan proses kehamilan, melahirkan, sampai dengan membesarkan anak.

 

Apakah gentle birth harus melahirkan di rumah dan dengan proses normal?

Tentu saja tidak. Seperti yang saya ceritakan sebelumnya bahwa teman saya yang mengenalkan istilah gentle birth untuk pertama kalinya, melahirkan gentle birth di rumah sakit dengan normal. Ada pula teman-teman saya yang bergabung di milis Keluarga Gentle Birth yang melahirkan dengan c-section dan lembut. Apapun pilihannya, yang terpenting adalah kita memilihnya dengan sadar dan yakin bahwa inilah pilihan terbaik yang membuat kita merasa nyaman.

Esensi dari gentle birth adalah memberdayakan diri, terus belajar, dan mensyukurinya. Sementara water birth, home birth, hypnobirthing, yoga, lotus birth, dan lainnya hanyalah cara-cara yang dipilih untuk membantu dalam menjalankan prosesnya. Apapun istilahnya yang lebih penting adalah bahwa kita tahu bahagimana menjalankan setiap proses kehamilan yang nyaman dan terbaik buat kita.

Saya percaya bahwa melahirkan adalah proses spiritual luar biasa bagi seorang wanita. Tanpa pandang bulu, apakah dia melahirkan dengan proses normal ataupun lewat prosedur operasi. Melahirkan tetaplah melahirkan, yang akan mengubah seorang wanita menjadi ibu. Bagaimanapun prosesnya ada 2 nyawa yang sedang diperjuangkan. Selamat dan sehat untuk keduanya adalah yang terpenting. Namun terkadang apa yang mampu kita lakukan melampau apa yang kita pikirkan. Yang diperlukan hanyalah keyakinan dan usaha sepenuh hati. Hasilnya, biarlah Tuhan dan semesta yang menentukan.

Moment skin to skin pertama Maika dengan bapaknya, sesaat setelah belajar IMD :*

Kenapa saya memilih untuk melahirkan di rumah? Karena saya percaya bahwa rumah adalah tempat yang paling nyaman untuk melahirkan. Entah kenapa saya selalu merasa cemas dan terintimidasi jika mendengar kata rumah sakit. Karena itulah saya memilih untuk melahirkan di rumah dengan pertimbangan kenyamanan dan menghindari intervensi medis yang tidak diperlukan.

Dalam gentle birth diyakini bahwa proses hamil, melahirkan, dan membesarkan anak adalah sebuah proses alami yang sudah terjadi sepanjang sejarah hidup manusia. Oleh karenanya kita harus memberdayakan kemampuan diri selama menjalankan segala prosesnya dan mensyukurinya.

Alhamdulillah semua upaya pemberdayaan diri yang saya dan suami lakukan dari awal kehamilan pun membuahkan hasil, melebihi yang bisa kami bayangkan. Maika lahir ketika saya sedang relaksasi di dalam kolam air hangat dengan lembut dan spontan.

Cerita proses persalinan Maika, saya ceritakan dalam postingan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *