#DailyTips Lemon madu ramuan anti-ngedrop

Siapa sih orang yang tidak pernah kena pilek atau batuk atau meriang? Meskipun 3 kawanan itu bisa dibilang wajar menghampiri kita minimal setahun sekali, tapi tetap saja rasanya tidak nyaman jika harus beraktivitas dengan kondisi tersebut. Biasanya orang mengaitkan batuk, pilek, dan demam dengan kondisi kekebalan tubuh seseorang dan ketidaktahanan terhadap pemicu tertentu. Misalnya makanan atau minuman, kurang istirahat atau faktor perubahan cuaca. Penyakit tahunan ini memang biasanya paling banyak muncul bertepatan dengan perubahan cuaca. Coba saja cek di sekelilingmu, di kantor atau di rumah, berapa orangkah yang bulan ini sudah ijin sakit karena kondisi badan ngedrop (pilek, meriang, pusing, batuk-batuk). Celakanya batuk pilek ini bisa ditularkan dengan mudahnya, apalagi ke orang yang daya tahan tubuhnya sedang turun juga.

tea-991046_960_720

Saya sendiri bisa 3 sampai 5 kali ngedrop dalam satu tahun akibat batuk dan pilek. Paling tersiksa kalau datangnya berbarengan, bersin-bersin, hidung meler dan mampet, ditambah batuk-batuk dan badan meriang. Rasanya ampun dah! Saking langganannya saya selalu siap sedia beberapa jenis obat flu dan batuk buat jaga-jaga jika pilek menyerang. Sampai akhirnya saya sering menemukan tips dan manfaat lemon-madu pada artikel-artikel kesehatan dan gaya hidup yang saya baca. Karena penasaran dan merasa tidak ada ruginya, saya pun mulai meracik lemon dan madu setiap pagi sebelum sarapan.

Ternyata efeknya lumayan juga. Sepanjang tahun ini, ketika teman-teman di kantor tumbang dan tepar bergantian karena flu, saya terbebas dari semua itu. Padahal saya termasuk yang rentan terserang flu. Apalagi di musim hujan begini, karena sering berangkat dan pulang ke kantor naik ojek dalam kondisi kehujanan. Sesekali memang saya bersin-bersin sebagai reaksi badan yang kedinginan karena kehujanan di motor. Namun setelah tidur malam dan dilanjut dengan minum lemon madu hangat besok paginya, sampai kantor bersinnya sudah hilang.

Karena saya dan suami minum lemon madu hangat hampir setiap hari, agar lebih praktis saya membuatnya dalam toples sebagai stok. Tujuannya sih supaya saya tidak perlu merasa repot harus memotong-motong jeruk dan mencampurnya setiap pagi .

Dengan 3 langkah mudah ini, saya jadi punya persediaan lemon madu buat 3-4 hari.

Langkah 1 : Siapkan toples bekas selai atau madu, cuci bersih lemon dan potong tipis-tipis (buang bijinya).

lemon madu

Langkah 2 : Masukkan irisan lemon ke dalam toples sedikit demi sedikit lalu tuangkan madu perlahan, masukkan lagi irisan lemon dan tuangkan lagi sisa madu.

lemon madu

Langkah 3 : Tutup toples dan kocok sekuat tenaga sampai cairan lemon menyatu dengan madu. Simpan di dalam lemari es.

lemon madu

Penyajian : Masukkan beberapa lembar lemon yang sudah diiris dengan 2-3 sdt cairannya ke dalam cangkir, tuangkan air panas secukupnya.

Option : Tambahkan jahe yang sudah digeprek atau batang kayu manis untuk variasi rasa dan kaya manfaat lainnya. Bisa juga digunakan sebagai campuran untuk membuar lemon tea.

lemon madu

Selamat mencoba! 🙂

#DailyTips : Ganti 7 kebiasaan ini agar lebih sehat

Gambar : pixabay.com
Gambar : pixabay.com

Namanya kebiasaan tidak bisa terbentuk dalam waktu singkat. Lebih penting lagi jangan sampai menyulitkan, Realistis saja, saya juga tidak mungkin mencurahkan semua energi dan pikiran saya sepanjang hari hanya untuk memikirkan kesehatan tubuh saya. Bekerja, mengurus suami, dan kehidupan sosial dengan teman-teman, arisan, atau kumpul sana-sini.

Cara paling masuk akal adalah dengan menggeser perlahan-lahan kebiasaan yang sudah kita jalani selama ini dari bangun tidur hingga waktu tidur lagi. Saya coba mengamati rutinitas saya sehari-hari dan menelaah kebiasaan apa yang paling mungkin bisa saya ganti baik selama di rumah, di dapur, di jalan, maupun di kantor.

Misalnya dari bangun pagi, setelah menjalankan ibadah biasanya saya langsung tidur-tiduran lagi sebelum melanjutkan aktivitas berikutnya. Padahal waktu tidur-tiduran bisa saya ganti dengan olah raga ringan, misalnya berjalan keliling rumah sambil stretching-stretching atau melakukan olah raga ringan seperti squat jump, core challenge, sit-up, dll . Tidak perlu ngoyo, biasanya saya hanya jalan pagi keliling komplek rumah sambil menghirup udara pagi 10 – 15 menit saja. Kadang-kadang saya tambahkan dengan 20-30 kali squat jump dan core. Badan memang jadi lebih segar, pikiran pun jadi lebih siap untuk melakukan aktivitas seharian.

Setelah jalan kaki, biasanya saya menyiapkan sarapan atau bekal untuk makan siang di kantor. Memilih bahan makanan dan mengolahnya sendiri, saya yakin jauh lebih sehat dibandingkan dengan makanan kotak di kantor. Paling tidak kebersihan mencucinya jadi lebih terjamin dan bisa mengatur bumbu yang digunakan. Bukan berarti saya sama sekali tidak pernah makan makanan di kantor, hanya tidak setiap hari. Seringnya saya lebih memilih untuk membawa bekal, kecuali jika memang ada lunch meeting atau undangan acara di luar kantor. Saya pikir akan sangat merepotkan kalau harus bawa-bawa bekal sementara kita sedang berada di rumah makan.

Bekal makan siang
Bekal makan siang

Setelah saya cermati, berikut adalah kebiasaan yang saya ubah dengan tidak memaksakan diri dan disesuaikan dengan kebutuhan dan rutinitas sehari-hari:

  1. Membiasakan berjalan kaki pada pagi hari dan setiap kesempatan yang ada
  2. Mengganti minyak goreng di dapur dengan minyak zaitun atau minyak kanola
  3. Mengganti garam meja dengan garam laut (sea salt)
  4. Mengganti nasi putih dengan nasi merah atau nasi cokelat
  5. Membawa bekal makan siang dan buah untuk cemilan sore di kantor
  6. Mengganti stock minuman kaleng (soft drink, tek kotak, dan minuman manis lainnya) dan cemilan di rumah dengan mineral water, teh hijau, dan buah-buahan segar siap jus atau makan.
  7. Batasi waktu tidur malam maksimal harian supaya tidak tidur terlalu malam dan cukup istirahat. Misalnya saya memaksakan maksimal tidur jam 12 malam agar cukup tidur jika bangun jam 5 pagi.

Memulai kebiasaan baru memang sulit, tapi lebih sulit lagi menjaganya agar tetap konsisten dilakukan. Seringnya saya juga merasa malas untuk memulai bangun dan jalan pagi, tapi toh saya harus bangun juga karena harus bekerja dan melakukan rutinitas lainnya. Beruntungnya saya dapat bonus supporting partner dalam menjalankan kebiasaan baru ini, yaitu dukungan penuh dari suami yang juga memahami pentingnya hidup sehat – seimbang.

Bagaimana denganmu? Kebiasaan apa yang paling mungkin bisa kamu ubah agar lebih sehat?