Cerita melahirkan dari rumah

Image may contain: 1 person
Sekuat tenaga fokus mengatur nafas menyambut kontraksi demi kontraksi

Mendekati hari perkiraan lahir (HPL) yang diprediksikan dokter, saya semakin bersemangat. Rasanya campur aduk antara senang, tidak sabar, cemas, terharu, dan yang jelas semakin mudah lelah karena kondisi perut yang semakin membesar. Maklum, total kenaikan berat badan selama hamil adalah tidak kurang dari 15 kg, dengan berat badan bayi 3,1 kg ketika lahir.

Continue Reading

Soal gentle birth dan melahirkan di rumah

Hari ini tepat tiga bulan yang lalu, pada 12 Maret 2017, Maika memilih sebagai hari kelahirannya di usia kandungan 38 minggu 4 hari. Lebih cepat 10 hari dari perkiraan dokter memang, tapi persis seperti yang saya harapkan. Hari yang kami pilih dan sepakati melalui afirmasi yang selalu saya bisikkan selama kehamilan. Masih terekam dengan jelas di ingatan saya bagaimana proses persalinan Maika sesuai dengan harapan saya dan suami.

Continue Reading

Day care atau nanny?

No photo description available.

“Lebih penting ngerjain yang mana dulu antara nyuci baju, nyapu, ngepel dan beres-beres rumah, nyuci steril botol susu, pompa, atau mandi sekalian cuci rambut karena badan udah berasa lengket basah dan bau susu?” Baru juga mikir buat nentuin prioritas yang mana yang harus dikerjakan lebih dulu, eh anaknya sudah keburu bangun lagi. Yang artinya mari kita lupakan sederet daftar pekerjaan di atas dan kembali fokus pada anak kita. Betul begitu ibi-ibu?

Continue Reading

Memilih sarapan untuk meningkatkan konsentrasi

Seberapa penting sih sarapan buat kamu? Kalo di Inggris orang bilang “Eat breakfast like a king, lunch like a queen, and dinner like a beggar.” Haha.. iyah, begitulah  konsep makan yang dianut oleh orang-orang sana. Tentu saja yang dimaksud di sini bukan cara makannya dan bukan cuma dari sisi porsi saja tapi jenis makanan yang dipilih, sebaiknya memiliki kandungan nutrisi terbaik yang dibutuhkan oleh tubuh. Dengan kata lain apa yang dimakan di pagi hari paling penting dibandingkan dengan jam makan lainnya. Loh kenapa begitu?

Continue Reading

You are what you eat; tentang kolesterol dan bekal makanan

Pernah dengar istilah “you are what you eat?” Dulu saya tidak paham atau lebih tepatnya tidak peduli dengan pepatah yang entah dari mana asalnya itu. Seingat saya, dari kecil saya paling tidak rewel tentang makanan. Bisa dibilang tidak ada pantangan makanan ataupun pilih-pilih makanan tertentu. Daging, seafood, sayur, buah, jajanan kaki lima, gorengan, semuanya masuk ke perut dan merasa tidak pernah ada masalah. Apalagi kalau sedang di luar kota, yang tidak boleh terlewatkan adalah wisata kulinernya. Saking senangnya makan, bisa 3 sampai 5 tempat makan berhasil dikunjungi dalam sehari demi memuaskan lapar otak dan lapar fisik.

Continue Reading

lemon madu

#DailyTips Lemon madu ramuan anti-ngedrop

Siapa sih orang yang tidak pernah kena pilek atau batuk atau meriang? Meskipun 3 kawanan itu bisa dibilang wajar menghampiri kita minimal setahun sekali, tapi tetap saja rasanya tidak nyaman jika harus beraktivitas dengan kondisi tersebut. Biasanya orang mengaitkan batuk, pilek, dan demam dengan kondisi kekebalan tubuh seseorang dan ketidaktahanan terhadap pemicu tertentu. Misalnya makanan atau minuman, kurang istirahat atau faktor perubahan cuaca. Penyakit tahunan ini memang biasanya paling banyak muncul bertepatan dengan perubahan cuaca. Coba saja cek di sekelilingmu, di kantor atau di rumah, berapa orangkah yang bulan ini sudah ijin sakit karena kondisi badan ngedrop (pilek, meriang, pusing, batuk-batuk). Celakanya batuk pilek ini bisa ditularkan dengan mudahnya, apalagi ke orang yang daya tahan tubuhnya sedang turun juga.

Continue Reading

Ingin hidup berkualitas dan seimbang

Kesadaran akan hidup berkualitas tentunya tidak muncul begitu saja. Beberapa tahun belakangan saya memang gemar merenungi apa yang kurang dalam hidup saya. Hampir setiap malam sebelum tidur, selama 15 – 30 menit, saya menyempatkan untuk melakukan kilas balik apa yang sudah saya lewati seharian ini. Kebanyakan urusan pekerjaan dan bagaimana saya berinteraksi dengan orang lain. Apakah hari ini saya sudah cukup berbuat baik atau malah  bikin kesal orang lain? Seringnya saya menyesali beberapa tindakan yang saya lakukan hari ini. Misalnya untuk hal-hal sepele seperti uring-uringan sama suami, bolong lari pagi, atau tidak memberikan tips kepada pelayan restaurant karena dirasa kurang ramah dan tidak helpfull.

Continue Reading